Kisah 1 / 12
Asal-Usul & Masa Muda
Lahir 1812 di Cokromenggalan, putra sulung KH. Ghozali bin K. Nawawi (Majasem) dengan Ny. Majasem. Belajar membaca-menulis Arab dan Al-Qur’an kepada ayahnya yang hafiz, lalu mondok di Pesantren Tegalsari di bawah asuhan Kyai Ageng Raden Hasan Besari — sezaman dengan santri pujangga R. Ng. Ronggowarsito. Sepulang dari Tegalsari, ia membantu mengajar di pesantren ayahnya dan dijodohkan dengan santriwati yang tawadhu’, Ny. Sudjinah.
Sumber: Buku TALI 2022, hlm. 8. Kisah lengkap ada di Riwayat KH. Ibrahim.