Kisah 2 / 12
Haji & Menuntut Ilmu di Makkah
Sekitar 1840 berangkat haji dengan kapal layar dari Tanjung Perak (dikemudikan pelaut Madura), setahun sebelum Dzulhijjah. Delapan tahun di Makkah mendalami tafsir, hadis, fiqh Syafi’i, hafalan Al-Qur’an, serta khat dan kaligrafi. Sezaman dengan Syaikh Ahmad Khotib (Minangkabau), Syaikh Nawawi al-Bantani, Syaikh Mahfudz Termas, dan KH. Syamsul Arifin (Situbondo). Skripsi UINSA 2022 mencatat gurunya Syaikh Ahmad Khatib as-Sambasi.
Sumber: Buku TALI 2022, hlm. 8. Kisah lengkap ada di Riwayat KH. Ibrahim.