Kisah 4 / 12
Babad Alas Bedi
Karena tawadhu’ dan enggan menggantikan ayahnya selama sang ayah masih hidup, Ibrahim diberi tanah hutan hadiah Brotonegoro. Bersama istrinya ia membabat hutan yang terkenal angker. Gangguan makhluk halus (genderuwo, wewe, memedi) ditundukkan dengan doa dan wirid, lalu ‘ditempatkan’ pada sebatang pohon di tenggara masjid. Dari kata ‘memedi’ → ‘medi’ → ‘mbedi’ lahirlah nama Bedi (±1848–1849).
Sumber: Buku TALI 2022, hlm. 10. Kisah lengkap ada di Riwayat KH. Ibrahim.