Kisah 12 / 12
Perang Brotonegoro 1825
Ketika pasukan Diponegoro singgah di Polorejo (1825), Belanda kemudian menyerbu. Brotonegoro membangun menara pengintai bambu (asal nama Bakalan), memukul gong demung (Demung), kudanya ‘ndigar-ndigar’ (Tegari), dan prajurit tersesat melihat lampu ‘kelip-kelip’ (Sekelip). Akhirnya ia terkepung di Gunung Gombak berbulan-bulan hingga wafat; bukit itu disebut Bukit Larangan. Bekas medan perangnya disebut Tilasan.
Sumber: Buku TALI 2022, hlm. 11. Kisah lengkap ada di Riwayat KH. Ibrahim.